Diduga, keduanya usai melakukan hubungan seksual. Saat digrebek,
keduanya memang tidak tengah bugil. Namun mahasiswi salah satu perguruan
tinggi di Palembang ini sedang berada di kamar mandi. Sementara RA yang
membuka pintu.
Penggerebekan bermula dari kecurigaan warga setempat, yang melihat
kedatangan sejoli ini sejak pukul 19.00 WIB, di rumah kosan milik Agus,
Jalan Damar Wulan, RT 04, Kelurahan Majapahit.
Warga yang mengetahui keduanya bukan penghuni kos awalnya cuek-cuek
saja. Namun lama kelamaan, karena malam semakin larut dan pintu kosan
tertutup rapat, akhirnya warga mengintip dari luar pintu kosan.
Selama lebih kurang 15 menit warga mengintai dan mengintip kedalam
kosan, hasilnya nihil. Tidak ada yang bisa terlihat, karena semua
tertutup rapat. Akhirnya warga mengedor pintu, namun bukannya dibuka,
keduanya malah menutup diri.
"Sekitar 30 menit digedor-gedor, baru dibukakan pintu, yang buka si RA.
Kemudian kami cari ternyata SV ada di dalam kamar mandi, alasannya buang
air besar, karena sakit perut," kata Agus pemilik kosan, Minggu
(16/10/2016).
Diterangkan Agus, kedua pasangan kekasih tersebut hanya numpang ngamar
dengan teman RA yang sudah lama ngekos di rumah kos miliknya. Kedua
pasangan itu diketahui merupakan warga Muratara.
Selanjutnya, pihak warga dan ketua RT langsung menghubungi Kamtibmas dan
Lembaga Adat Majapahit untuk memberikan sanksi kepada pasangan mesum
tersebut. Selang beberapa jam, pihak keluarga RA dan SV berkumpul di
rumah warga setempat.
Mereka kemudian berkompromi membahas tindakan tercela sejoli tersebut.
Setelah panjang lebar, akhirnya pukul 02.00 WIB pihak lembaga adat
memutuskan beberapa hal yang wajib dipenuhi oleh kedua pasangan itu.
Pertama, RA dan SV membuat surat pernyataan mengakui kesalahan, dan
bersedia dinikahkan, kemudian harus melakukan tradisi cuci kampung.
"Kami lembaga adat memberikan waktu satu minggu kedepan, RA harus
menikahi SV dan melakukan cuci kampung di sini, karena itu adalah adat
dan tradisi turun temurun di sini," tegas Ujang, Ketua lembaga Adat
Kelurahan Majapahit.
Dikatakan Ujang, pernyataan tersebut sengaja dibuat agar RA
bertanggungjawab terhadap SV, dan tidak melarikan diri dari kewajiban
cuci kampung. (sn)
0 Response to "Tepergok Mesum di Kosan, Oknum Satpol PP dan Mahasiswi Dinikahkan Dan Cuci Kampung"
Posting Komentar