Pengertian baku dari seragam adalah seperangkat pakaian standar yang dikenakan oleh anggota suatu organisasi saat berpartisipasi dalam aktivitas organisasi tersebut.
Jika boleh saya sederhanakan penjabaran di atas, maka seragam dapat diartikan sebagai sebuah identitas.
Sebagai perlambang identitas, maka segala sesuatu yang berada dalam seragam sudah barang tentu mengandung unsur-unsur penting. Baik dari pemilihan warna, model, maupun motifnya. Ada filosofi yang terkandung di dalamnya.
Sebagai pesepakbola, keberadaan seragam sangatlah penting artinya. Karena seragam yang bagus baik dari segi desain maupun warna, dapat memberikan efek gagah bagi pemain. Hal tersebut akan menambah kepercayaan diri dan meningkatkan moral kami dalam bertanding.
Berbicara mengenai seragam, dalam tulisan ini saya ingin mengupas mengenai seragam favorit saya, terutama seragam saya bersama Tim Nasional Indonesia. Seragam timnas tidak lepas dari bendera negara Indonesia, yaitu Sangsaka Merah-Putih. Mengingat seragam tim nasional Indonesia terilhami oleh warna merah dan putih, sesuai dengan warna bendera kita.
Warna merah dan putih sendiri sarat akan makna filosofis. Dimana merah berarti keberanian, sedang putih berarti kesucian. Merah melambangkan raga manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan.
Dari segi sejarah, sejak dahulu kala warna merah dan putih mengandung makna yang suci. Warna merah menyerupai warna gula jawa (gula aren), sedang warna putih menyerupai warna nasi. Dua bahan utama dalam masakan Nusantara, terutama di pulau Jawa. Oleh karena itu dua warna tersebut dianggap sakral.
Sebagian sejarawan berpendapat jika warna merah-putih bendera negara, diambil dari warna panji atau pataka (bendera) kebesaran Kerajaan Majapahit. Akan tetapi ada juga pendapat pemilihan warna merah dan putih didasari oleh mitologi bangsa Austronesia (cikal bakal Nusantara) mengenai Bunda Bumi dan Bapak Langit, keduanya dilambangkan dengan warna merah (tanah) dan putih (langit).
Kembali ke seragam tim nasional. Baju timnas favorit saya yakni yang saya kenakan di SEA Games Brunei Darussalam 1999. Alasan utamanya sangat sederhana, yaitu begitu banyak sejarah yang saya torehkan bersama seragam tersebut.
Pertama: Jersey Adidas dengan model garis-garis horizontal merah putih dengan nomor 20 tersebut adalah seragam tim nasional pertama saya. Seragam yang saya impi-impikan sejak pertama kali menekuni sepak bola di usia delapan tahun.
Kedua: Saat melakoni debut di tim nasional senior, usia saya belum genap 19 tahun, atau berusia 18 tahun, 11 bulan dan 22 hari.
Ketiga: Saat menjalani debut bersama tim nasional, status saya masih sebagai pesepakbola amatir. Ketika itu saya masih menjalani tahun terakhir saya sebagai siswa Diklat Salatiga.
Keempat: Ketika itu, saya berhasil mencetak gol di debut saya bersama tim nasional. Gol pertama dari 38 gol (pertandingan kategori A) saya bersama tim nasional Indonesia.
Selain itu, SEA Games Brunei telah memberi begitu banyak ilmu dan pengalaman untuk saya. Ajang tersebut memberikan kesempatan untuk bermain dalam satu tim bersama pemain-pemain kelas satu di negeri ini.
Sebut saja Bima sakti, Widodo C Putra, Aji Santoso, Anang Ma’ruf, Nur alim, Bejo Sugiantoro, Rochy Putiray, I Komang Putra, Hendro kartiko, Ali Sunan, Uston Nawawi, Agung Setyabudhi, dll. Para pemain yang beberapa bulan sebelumnya hanya dapat saya saksikan dari layar kaca.
Saking bermakna dan penuh artinya seragam tim nasional di SEA Games 1999 tersebut, saya atau ayah saya lebih tepatnya sengaja membingkai seragam tersebut, dan memajangnya di tembok ruang tamu rumah orang tua saya. Terpampang dengan gagah hingga saat ini.
Bagian depan seragam tersebut dipenuhi dengan tanda tangan seluruh anggota tim nasional Indonesia ketika itu. Di bagian tengah, terdapat tulisan "Semoga Sukses Buat Bambang" dari Bima Sakti, kapten kesebelasan Merah Putih ketika itu.
Pada suatu ketika saya pernah berujar:
"Cepat atau lambat, jersey merah-putih itu akan tanggal dari badanku. Tetapi satu hal yang pasti, lambang garuda itu akan tetap melekat di dada kiriku, tinggal di sana hingga akhir hayatku". - Sebuah Janji Ditengah Malam Yang Sunyi (2010)
Sejak secara resmi memutuskan mundur dari tim nasional (1 April 2013), seragam Merah-Putih berlambang burung Garuda memang sudah tanggal dari raga saya. Namun semangat dan kecintaan saya terhadap profesi, tim nasional, serta bangsa ini tidak akan pernah luntur dari jiwa saya.
Hingga jiwa berpisah dari raganya.
Selesai....
-Bambang Pamungkas-

0 Response to "Cari Tau Kisah Seragam sepakbola indonesia "
Posting Komentar