i-today24 - Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J. Mahesa menilai, pernyataan Menteri Politik Hukum dan Keamanan Wiranto sedang 'ngelantur' memuji dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo lebih baik dari Suharto, BJ Habibie, dan Abdurahman Wahid (Gusdur).
Menurutnya, Wiranto terkejut melihat posisinya yang sekarang ditunjuk
Jokowi sebagai Menteri Politik Hukum dan Keamanan. Jadi tidak heran,
kata Desmond, Wiranto sekarang mencari posisi aman agar dirinya tidak
terkena reshuffle.
Pasalnya, Jokowi sendiri merupakan Presiden yang memang gemar melakukan
reshuffle dengan tempo singkat. Lagi pula, lanjut Desmond, kenapa
Wiranto tidak menyebut nama Megawati Soekarnoputri yang notabenenya
mantan Presiden ke-5 yang juga Ketua Umum PDI-Perjuangan.
Desmond pun menduga, Wiranto sedang bermain politik dua kaki supaya
posisi menterinya tidak hilang, karena tidak berani menyebut nama
Megawati lebih baik dari Jokowi.
"Ini kan Wiranto baru bangun tidur, jadinya kaget, terus ngomongnya
ngelantur. Ini sikap Wiranto cuma nyari aman aja, ga berani tekan sana
sini, takut status menterinya hilang," kata Desmond kepada
TeropongSenayan, Jakarta, Rabu (19/10/2016).
Oleh karenanya, Desmond mengaku merasa prihatin dengan Jokowi yang tidak
bisa memilih menteri secara selektif, untuk menjawab persoalan yang
sebenarnya terjadi, khususnya dibidang reformasi hukum.
Desmond pun mengungkapkan, kalau Wiranto mengerti persoalan reformasi
hukum, maka seharusnya ia mengusulkan agar anggaran untuk penegak hukum
yakni Kepolisian tidak dipotong oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk
memberantas pungutan liar (Pungli).
Pada kenyataannya, ujar Wakil Ketua Komisi III ini, anggaran untuk
Kepolisian justru dipotong, yang kini bertolak belakang dengan semangat
Jokowi untuk mereformasi hukum.
"Kasihan Jokowi, menteri-menterinya tidak support kebijakan dia, dan tidak paham dengan penegakan hukum," tandasnya. [ts]

0 Response to "Abaikan Mega dan Puji Jokowi, Gerindra : Wiranto Sedang 'Ngelantur ' Cari Aman"
Posting Komentar